228 - باب استحباب صوم ستة أيام من شوال 1254 - عن أَبي أيوب - رضي الله عنه: أنَّ رسولَ الله - صلى الله عليه وسلم - قَالَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ». رواه مسلم.
<h1 style="margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="center">Bab 228. Sunnahnya Berpuasa Enam Hari Di Bulan Syawal</h1><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"> </p><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"> </p><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="justify">1251. Dari Abu Ayyub r.a. bahwasanya Rasulullah s.a.w. bersabda: "Barangsiapa berpuasa dalam bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia adalah seperti berpuasa setahun penuh." (Riwayat Muslim)</p><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="justify"> </p><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="justify"><strong>Keterangan:</strong></p><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0" align="justify">Puasa enam hari di bulan Syawal itu boleh di permulaan bulan yakni pada tanggal 2 sampai dengan 7 Syawal dan boleh pula di pertengahan atau di akhir bulan. Jadi asalkan bulan Syawal boleh. Boleh pula dipersambungkan atau dipisah-pisahkan, seperti dilakukan pada tanggal 2, 5, 10, 20, 26 dan 28 Syawal. Tetapi tanggal 1 Syawal jangan digunakan untuk berpuasa, sebab itu hari Idul fitri dan haram berpuasa di dalamnya.</p><hr color="#FF0000" size="1"><p style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"><p align="left" style="margin-top: 0; margin-bottom: 0"><b><font color="#000080">
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online