أَخْبَرَنَا أَبُو مَعْمَرٍ إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَكَبَّرَ فَكَبَّرَ النَّاسُ خَلْفَهُ ثُمَّ رَكَعَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ فَنَزَلَ الْقَهْقَرَى فَسَجَدَ فِي أَصْلِ الْمِنْبَرِ ثُمَّ عَادَ حَتَّى فَرَغَ مِنْ آخِرِ صَلَاتِهِ قَالَ أَبُو مُحَمَّد فِي ذَلِكَ رُخْصَةٌ لِلْإِمَامِ أَنْ يَكُونَ أَرْفَعَ مِنْ أَصْحَابِهِ وَقَدْرُ هَذَا الْعَمَلِ فِي الصَّلَاةِ أَيْضًا
Telah mengabarkan kepada kami [Abu Ja'far Isma'il bin Ibrahim] dari [Abdul Aziz bin Abu Hazim] dari [Ayahnya] dari [Sahl bin Sa'd] ia berkata, "Saya melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam duduk di atas mimbar, kemudian beliau bertakbir dan orang-orang bertakbir di belakangnya. Beliau kemudian rukuk di atas mimbar, kemudian mengangkat kepala lalu turun dan mundur ke belakang, lalu beliau sujud di lantai sebelah mimbir tingkat yang paling bawah. Setelah itu beliau kembali lagi ke mimbar, hingga selesai dari shalatnya." Abu Muhammad berkata, "Hadis itu menunjukkan adanya keringanan bagi seorang imam untuk berada lebih tinggi daripada orang lain, dan ini juga berlaku dalam shalat."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online