وَبِإِسْنَادِهِ قَالَ إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ الزَّمَانَ الطَّوِيلَ بِأَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ ثُمَّ يَخْتِمُ اللَّهُ لَهُ بِأَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ فَيَجْعَلُهُ مِنْ أَهْلِ النَّارِ وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ الزَّمَانَ الطَّوِيلَ بِأَعْمَالِ أَهْلِ النَّارِ ثُمَّ يَخْتِمُ اللَّهُ لَهُ عَمَلَهُ بِأَعْمَالِ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيَجْعَلُهُ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُدْخِلُهُ الْجَنَّةَ
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah]. Dan dengan sanadnya ia berkata; "Sesungguhnya Seorang lelaki beramal dengan amalan penghuni surga dalam waktu yang lama, kemudian Allah menutupnya dengan amalan penghuni neraka, dan akhirnya Allah pun menjadikannya sebagai penghuni neraka. Dan sesungguhnya Seorang lelaki beramal dengan amalan penghuni neraka dalam waktu yang lama, kemudian Allah menutupnya dengan amalan penghuni surga, dn akhirnya Allah pun menjadikannya sebagai penghuni kesurga.
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online