وَبِالْإِسْنَادِ أَنَّهُ قَالَ لَيْسَ الْمِسْكِينُ الَّذِي تَرُدُّهُ الْأُكْلَةُ وَالْأُكْلَتَانِ وَاللُّقْمَةُ وَاللُّقْمَتَانِ أَوْ التَّمْرَةُ وَالتَّمْرَتَانِ شُعْبَةُ شَكَّ فِي اللُّقْمَةِ وَالتَّمْرَةِ وَلَكِنَّ الْمِسْكِينَ الَّذِي لَيْسَ لَهُ غِنًى يُغْنِيهِ وَلَا يَسْأَلُ النَّاسَ إِلْحَافًا أَوْ يَسْتَحِي أَنْ يَسْأَلَ النَّاسَ إِلْحَافًا
Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadis sebelumnya dari [Abu Hurairah] Dan dengan sanadnya ia berkata; "Bukanlah yang disebut miskin itu seseorang yang tertolak untuk mendapatkan satu atau dua porsi makanan dan satu atau dua suap makanan, atau satu atau dua butir kurma, -Syu'bah masih merasa ragu antara lafadz suap dan kurma, - tetapi yang disebut miskin adalah seseorang yang tidak memiliki sesutau yang mencukupinya tetapi dia tidak meminta kepada orang lain secara mendesak, -atau beliau menyebutkan; - malu untuk meminta-minta kepada manusia secara mendesak."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online