حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ سَمِعَهُ مِنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَبَّرَ فِي عِيدٍ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ تَكْبِيرَةً سَبْعًا فِي الْأُولَى وَخَمْسًا فِي الْآخِرَةِ وَلَمْ يُصَلِّ قَبْلَهَا وَلَا بَعْدَهَا قَالَ أَبِي وَأَنَا أَذْهَبُ إِلَى هَذَا
Telah menceritakan kepada kami [Waqi'] telah menceritakan kepada kami [Abdullah bin Abdurrahman] bahwa ia mendengar dari ['Amru bin Syu'aib] dari [bapaknya] dari [kakeknya] berkata: "Bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Salam bertakbir sebanyak dua belas kali dalam shalat 'Aid, tujuh kali di rakaat pertama, dan lima kali di rakaat terakhir, dan beliau tidak melaksanakan shalat sunnah sebelumnya juga sesudahnya." Bapakku berkata: "Dan aku lebih memilih madzhab ini."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online