حَدَّثَنَا عَفَّانُ حَدَّثَنَا الْقَاسِمُ بْنُ الْفَضْلِ قَالَ حَدَّثَنِي ثُمَامَةُ بْنُ حَزْنٍ الْقُشَيْرِيُّ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ عَنْ النَّبِيذِ فَقَالَتْ قَدِمَ وَفْدُ عَبْدِ الْقَيْسِ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَهَاهُمْ أَنْ يَنْبِذُوا فِي الدُّبَّاءِ وَالنَّقِيرِ وَالْمُقَيَّرِ وَالْحَنْتَمِ وَدَعَتْ جَارِيَةً حَبَشِيَّةً فَقَالَتْ لِي سَلْ هَذِهِ فَإِنَّهَا كَانَتْ تَنْبِذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي سِقَاءٍ مِنْ اللَّيْلِ أُوكِئُهُ وَأُعَلِّقُهُ فَإِذَا أَصْبَحَ شَرِبَ مِنْهُ
Telah menceritakan kepada kami [Affan], telah menceritakan kepada kami [Al Qosim bin Al Fadhl], dia berkata; Telah menceritakan kepadaku [Tsumamah bin Hazn Al Qusyairi] berkata; "Saya bertanya kepada [Aisyah] tentang nabidz (pembuatan sari pati kurma atau anggur)." Aisyah berkata; "Tatkala utusan Abdul Qais datang kepada Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam, beliau melarang mereka untuk membuat nabidz di Dubba`, naqir, muqayyar, dan hantam (nama tempat untuk membuat nabidz)." Lalu Aisyah memangil pembantunya dari Habasyah. Aisyah berkata kepadaku (Tsumamah); "Tanyakan hal ini kepadanya, karena ia yang membuatkan nabidz untuk Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam di sebuah bejana, ia merendam dan menutupnya di malam hari dan apabila telah pagi beliau minum darinya."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online