حَدَّثَنَا قُرَيْشُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ شَبِيبِ بْنِ عَبْدِ الْمَلِكِ التَّيْمِيِّ عَنْ مُقَاتِلِ بْنِ حَيَّانَ عَنْ عَمَّتِهِ عَمْرَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ كُنَّا نَنْبِذُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غُدْوَةً فِي سِقَاءٍ وَلَا نُخَمِّرُهُ وَلَا نَجْعَلُ لَهُ عَكَرًا فَإِذَا أَمْسَى تَعَشَّى فَشَرِبَ عَلَى عَشَائِهِ فَإِنْ بَقِيَ شَيْءٌ فَرَّغْتُهُ أَوْ صَبَبْتُهُ ثُمَّ نَغْسِلُ السِّقَاءَ فَنَنْبِذُ فِيهِ مِنْ الْعِشَاءِ فَإِذَا أَصْبَحَ تَغَدَّى فَشَرِبَ عَلَى غَدَائِهِ فَإِنْ فَضَلَ شَيْءٌ صَبَبْتُهُ أَوْ فَرَّغْتُهُ ثُمَّ غَسَلَ السِّقَاءَ فَقِيلَ لَهُ أَفِيهِ غَسَلَ السِّقَاءَ مَرَّتَيْنِ قَالَ مَرَّتَيْنِ
Telah menceritakan kepada kami [Quraisy bin Ibrahim], telah menceritakan kepada kami [Al-Mu'tamir bin Sulaiman] dari [Syabib bin 'Abdil Malik At-Taimi] dari [Muqatil bin Hayyan] dari [bibinya] dari [Aisyah] berkata; "Biasanya kami membuat nabidz (merendam buah dalam bejana untuk minuman) untuk Rasulullah Shallallahu'alaihiwasallam di pagi hari dalam sebuah bejana, kami tidak menjadikannya khomer dan tidak juga mengendapkannya (hingga tinggal yang keruh dan memabukkan). Jika tiba waktu sore, beliau meminumnya ketika makan sore (malam), dan jika masih tersisa kami mengosongkannya atau menumpahkannya, kemudian kami mencuci bejana tersebut lalu kami membuat nabidz di dalamnya dari waktu Isya`. Jika telah tiba pagi hari, beliau meminumnya ketika makan pagi, dan jika masih tersisa darinya kami menumpahkannya atau mengkosongkannya kemudian mencuci bejana tersebut." Ditanyakan kepadanya; "Apakah mencuci bejana dua kali?" Ia berkata; "Dua kali."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online