حَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ مُحَمَّدٍ عَنْ حَرِيزِ بْنِ عُثْمَانَ قَالَ كُنَّا غِلْمَانًا جُلُوسًا عِنْدَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَمْ نَكُنْ نُحْسِنُ نَسْأَلُهُ فَقُلْتُ أَشَيْخًا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ كَانَ فِي عَنْفَقَتِهِ شَعَرَاتٌ بِيضٌ
Telah menceritakan kepada kami [Hajjaj bin Muhammad] dari [Harits bin Utsman] ia berkata, "Saat kami kecil, kami pernah duduk di sisi [Abdullah bin Busr] salah seorang sahabat Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, dan ketika itu kami belum tahu banyak tentang ilmu. Kami menanyakan kepadanya, "Apakah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam adalah seorang syaikh (telah lanjut usia)?" ia menjawab, "Di bawah bibir beliau ada beberapa rambut yang berwarna putih."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online