قَالَ حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَابِرٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ طَلْقٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ جَعَلَ هَذِهِ الْأَهِلَّةَ مَوَاقِيتَ لِلنَّاسِ صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَتِمُّوا الْعِدَّةَ
(Ahmad bin Hanbal) berkata, telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin 'Isa] telah mengabarkan kepada kami [Muhammad bin Jabir] dari [Qais bin Thalq] dari [bapaknya] berkata, Rasulullahi Shallallahu'alaihiwasallam bersabda: " Allah AzzaWaJalla menjadikan ahillah (bulan sabit pada awal bulan) ini sebagai patokan waktu bagi manusia. Berpuasalah jika kalian melihatnya dan berbukalah jika kalian melihatnya, jika terjadi mendung maka sempurnakanlah hitungan tersebut."
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online