حَدَّثَنَا أَبُو عَامِرٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَطَاءٍ عَنْ عَبْدِ الْمَلِكِ بْنِ جَابِرِ بْنِ عَتِيكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ حَدَّثَ فِي مَجْلِسٍ بِحَدِيثٍ فَالْتَفَتَ فَهِيَ أَمَانَةٌ
Telah bercerita kepada kami [Abu 'Amir] telah bercerita kepada kami [Ibnu Abu Dzi'b] dari [Abdurrahman bin 'Atho'] dari [Abdul Malik bin Jabir bin 'Atik] dari [Jabir bin Abdullah] Sesungguhnya Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa yang berbicara (pada seseorang) dalam sebuah majlis kemudian ia menoleh (ke kanan dan kiri) maka pembicaraannya itu adalah amanat (rahasia bagi yang di ajak bicara) ".
Belum ada syarah untuk hadits ini.
Tidak ada data hadits serupa.
Belum ada artikel terkait.

Ensiklopedia Hadits - Jelajahi dan pelajari hadits dari berbagai kitab mu’tabar lengkap dari sumber yang terpercaya.
Kantor
Jl. Kramat Raya No. 164, Jakarta Pusat 10430
Telepon: (021) 3914013
hadits@nu.or.id
© 2026 Ensiklopedia Hadits - NU Online